Cute Cherry Dunia Kecilku: sinopsis alangkah lucunya negri ini

Minggu, 10 Juni 2012

sinopsis alangkah lucunya negri ini



Alangkah Lucunya Negri ini

Judul Film  : Alangkah Lucunya Negeri Ini
Sutradara    : Deddy Mizwar
Produser     : Zairin Zain
Produksi     : Citra Cinema

A. Sinopsis
Seorang anak muda, lulusan S1 Managemen yang bernama Muluk. sebagai seorang yang baru saja lulus kuliah, tentu saja berupaya untuk mencari kerja. Dengan berbekal ijazah yang dimiliki serta surat kabar yang memuat berbagai lowongan kerja, namun semua lamaran tersebut tidak membuahkan hasil.

Muluk, yang terus berkeliling mencari kerja akhirnya melihat sekelompok anak yang melakukan aksi copet di sebuah pasar. Dengan geram Muluk meringkus anak tersebut dan mengancam melaporkannya kepada polisi. Beberapa waktu kemudian, di sebuah warung Muluk bertemu dengan Komet. Komet akhirnya membawa Muluk ke markasnya dan memperkenalkan dengan Jarot yang menjadi pemimpin para pencopet.
Di sisi lain, ayah Muluk yang bernama Pak Makbul berdebat serius dengan Haji Sarbini yang merupakan calon besannya. Muluk akan dijodohkan dengan Rahma. Keduanya terus saja berdebat walaupun berusaha dilerai oleh Haji Rahmat, seorang tetua dalam bidang agama Islam di daerah tersebut.
Perkenalan Muluk dan Jarot menghasilkan kesepakatan bahwa Muluk akan bekerja bersama dengan para pencopet tersebut untuk mempraktekkan ilmu manajemen yang dimiliki dengan mengelola keuangan mereka. Ini ditawarkan oleh Muluk dengan imbalan 10% dari hasil copet mereka. Tujuan Muluk adalah agar hasil copet mereka dapat dikelola secara profesional dan akhirnya dapat dijadikan sebagai modal usaha agar tidak perlu menjadi pencopet lagi.
Secara umum, kelompok pencopet ini dibagi menjadi 3, yaitu kelompok mall yang terdiri atas pencopet yang berpakaian paling bagus dan “gaul”, kelompok pasar yang berpakaian paling kumal, dan kelompok angkot yang berpakaian sekolah. Setiap kelompok memiliki pemimpin dan metode kerja sendiri-sendiri..
Setelah beberapa lama, Muluk beranggapan bahwa anak-anak ini juga butuh pendidikan, dan untuk mengajar mereka, Muluk meminta bantuan Samsul, seorang Sarjana Pendidikan pengangguran yang sehari-hari hanya bermain kartu saja.
Sebuah permasalahan kecil terjadi saat ayah Muluk bertanya mengenai pekerjaannya. Dengan terpaksa Muluk menjawab bahwa pekerjaannya adalah di bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia. Beberapa waktu kemudian, Haji Rahmat meminta Muluk agar dapat mempekerjakan anaknya, Pipit, karena sehari-hari Pipit hanya mengurusi kuis-kuis di televisi dan mengirim undian berhadiah kemana-mana. Muluk-pun menyanggupi hal tersebut dan mengajak Pipit untuk mengajar agama bagi anak-anak pencopet.
Akhirnya, Pak Makbul ayah Muluk, Haji Rahmat ayah Pipit, dan Haji Sarbini calon mertua Muluk bersikeras hendak melihat tempat kerja Pipit, Muluk dan Samsul. Mereka amat terkejut sewaktu mengetahui bahwa anak-anak mereka rupanya bekerja untuk para pencopet .
Pertentangan batin yang hebat segera terjadi di hati mereka yang juga mempengaruhi Muluk, Pipit, dan Samsul. Mereka akhirnya berhenti mengajari anak-anak itu. Setalah itu, Jarot memberikan pengarahan kepada anak-anak itu tentang bagaimana mereka seharusnya mencari uang dengan uang halal. Golongan copet pasar akhirnya sadar dan mereka berubah profsi menjadi pedagang asongan, namun golongan mall dan angkot tetap pada profesi mereka yaitu pencopet.
Namun saat golongan copet pasar sedang berdagang di jalan raya tiba-tiba ada satpot pp yang menertibkan jalanan tersebut. Anak-anak banyak yang tertangkap tetapi pada saat itu Muluk melihat kejadian itu dan mengaku kepada satpol pp bahwa dia adalah orang yang menyuruh anak-anak itu mengasong (bos mereka). Lalu Muluk dibawa pergi oleh satpol pp tersebut.
  1. Film ini berhasil mengangkat permasalahan mendasar bangsa ini dengan mengedepankan konflik batin yang terjadi, yaitu pendidikan dan kemiskinan
  2. Pertanyaan masalah halal dan haram juga jadi sangat mendasar setelah melihat kenyataan yang terpampang, apakah boleh menerima uang haram dari hasil yang halal dan bertujuan baik ? Sedangkan kalau tidak diterima, maka orang tersebut tidak akan dapat hidup dan tidak memperoleh penghasilan ? Apabila tidak dikerjakan, maka tidak akan ada perbaikan moral dan pendidikan yang terjadi. Pertanyaan ini masih menjadi PR sampai film ini selesai
B. Apresiasi film
1.Tema       : pendidikan
    Amanat   : bagaimanapun keadaan kita kaya ataupun miskin, tua ataupun muda yang paling penting dalam kehidupan ini dalah agama dan pendidikan
2. Penokohan       :

Tokoh
Peran
Watak
Reza Rahardian
Muluk

Tidak pantang menyerah, jiwa social tinggi, pintar, mementingkan pendidikan
Tika Bravani
Pipit
bermalas-malasan, tidak mau bekerja keras, peduli terhadap anak-anak pencopet
Asrul dahlan
Samsul
Suka berjudi, suka menghina, namun peduli terhadap anak-anak pencopet
Deddy Mizwar
Pak makbul
Mendahulukan agama, menggangap pendidikan itu amat penting
Slamet Rahardjo
Haji Rahmat
Alim, bijaksana
H. Jaja Miharja
Haji Sarbini
Suka membanding-bandingkan orang, menggangap pendidikan tidak penting dan materi adalah segalanya
Tio Pakusadewo
Jarot
Keras, disiplin, peduli terhadap pendidikan ank-anak pencopet
Jaya kusuma
Mata Dewa
Cerdik, penurut, giat belajar
Sonia
Rahma
Menurut pada orang tua
Copet Pasar:
Tokoh
Peran
Watak
Angga Putra
Komet (ketua copet pasar)
Penurut, semangat dalam belajar dan merubah diri kuat
Daniel Hamonangan
Bedul
Penurut
Mohammad Rabil
Subur
Penurut
Agus foldero Lubis
Sabar
Penurut
Ponda Malik
Bedil
Penurut
Copet Mall:
Tokoh
Peran
Watak
M. Irfan siagian
Glen (ketua copet mall)
Pembangkang, malas untuk belajar, keras kepala
Ahmad Ismail
Boy
Pemalas
Amad Anwar
Eros
Pemalas
Pradana Ardiansyah
Ongky
Pemalas
Agri Firdaus
Ari Wibowo
Pemalas
Copet Angkot:
Tokoh
Peran
Watak
Sakurta Ginting
Ribut (ketua copet angkot)
Penurut, humoris
Hafidz
Kampret
Penurut
Gundala
Kalong
Penurut
Dede Setiawan
Codot
Penurut
Deni Albab M
Sobrat
Penurut

3.     Alur
4.     Latar
5.     Sudut pandang
6.     kritik film

0 komentar:

Poskan Komentar