Cute Cherry Dunia Kecilku: NASKAH DRAMA

Minggu, 10 Juni 2012

NASKAH DRAMA




Naskah Drama Bhs. Indonesia Kelompok 1 XI IPA 1
‘ROMLI dan JULEHA’




Nama Kelompok:
1.    Ahmad Najih                              (01)
2.    Dwi Ariyanto                               (10)
3.    Hardika Putra                             (14)
4.    Mahirzza Alifia                           (18)
5.    Nindyaruspita                             (20)
6.    Rizki Muhassonah                    (23)
7.    Sofya Wulaidah                         (10)


Romli dan Juleha


Sutradara  : Rizki Muhassonah
Narator      : Sofya Wulaidah
Kmeramen          : Hardika dan Nindya
Tokoh-Tokoh :
1.   Mahirzza              sebagai Juleha
2.   Ahmad Najih       sebagai Romli
3.   Hardika               sebagai Edduardiman
4.   Nindyaruspita     sebagai Nurma
5.   Rizki                     sebagai Mami Juleha
6.   Sofya                            sebagai
      Mami Eduarddiman
7.   Dwi Ariyanto       sebagai Pak Ustadz





Adegan 1
Rumah Juleha
Di salah satu rumah di tengah ibukota, hiduplah seorang gadis yang cantik jelita bernama Juleha. Ia merupakan putri dari pemilik perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Semua pria bermimpi mendapatkannya. Dan semua gadis bermimpi menjadi sepertinya. Namun, hidup Juleha tidak seindah yang dibayangkan. Orang tuanya selalu mengatur kehidupannya. Termasuk dengan siapa ia akan menikah nanti.
Suatu hari, Mami Juleha memberi tahu Juleha tentang rencana perjodohannya.
Mami Juleha : Juleha, mami ingin berbicara denganmu. (Mengahampiri Juleha)
Juleha            : Iya mami, ada apa? (Berdiri dari duduk)
Mami Juleha : Juleha, mami ingin menjodohkanmu dengan anak teman mami.
Juleha            : APA!! (kaget)
Mami Juleha : Mami sudah merencanakan hal ini sejak berbulan-bulan yang lalu.
Juleha            : Tapi, mam… Juleha tidak mau dijodohkan dengan siapapun. (Tertunduk)
Mami Juleha : Juleha, asal kamu tau, pria yang akan mami jodohkan denganmu itu itu sangat tampan, kaya, lulusan luar negeri. Selain itu, dia adalah putra tunggal dari pengusaha terkaya di Indonesia.
Juleha                        : Tapi mam…
Mami Juleha : Mami tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mau dijodohkan dengan anak teman mami. Toh ini juga buat masa depan kamu. (Meninggalkan Juleha)
Juleha                        : (Menangis)

Adegan 2
Taman kota
Juleha merasa sedih dengan perjodohan yang dibuat oleh maminya tanpa sepengetahuannya. Akhirnya, Juleha menghibur diri dengan berjalan-jalan ke taman kota.
Juleha            : (Jalan-jalan) Kenapa hidupku harus begini? (Menghapus air mata dengan sapu tangan) (Menjatuhkan sapu tangan)
Romli             : (Mengambil sapu tangan sambil menunduk) Hei.!! Sapu tanganmu terjatuh. (Memberikan sapu tangan)
Juleha            : (Ekspresi linglung) Oh.. Iya, terima kasih..
Romli             : Hei…!! Apa kau sedang menangis?
Juleha                        : Tidak. (Membuang muka)
Romli             : Gadis cantik, mengapa engkau menangis? (Menggoda)
Juleha                        : Tidak apa-apa.
Romli             : Ceritakan saja, mungkin itu akan membuat kamu lebih tenang. Walaupun kita belum pernah bertemu sebelumnya, tapi aku bisa menyimpan rahasia kok.(Muka memelas)
Juleha                        : (Terdiam)
Romli             : Baiklah… Kalau begitu aku akan menghiburmu agar kau tidak menangis lagi.
Juleha                        : Menghiburku? (Muka bingung)
Romli             : (Menarik nafas) Dari perut, turun ke kaki. Dari perut, naik ke tangan. Dari perut, ke kepala. Dari perut, ke semuanya. (Menyanyi dan menari seperti CF Dancow)
Juleha                        : Hahaha..(Tertawa) Kau lucu sekali.
Romli             : (Tersenyum) Kau lebih cantik saat tertawa. Jadi, apa sekarang kau mau cerita kenapa kau menangis?”
Juleha                        : (Tertunduk) Aku dijodohkan.
Romli             : Oh... (Muka datar) APA!! KAMU DIJODOHIN?? (kaget)
Juleha            : (Bingung) Lho? Kenapa kamu kaget? Memang apa hubungannya denganmu?
Romli             : Begini... Sebenarnya selama ini. (Berpikir sejanak) Aku telah memerhatikanmu dari jauh.
Juleha                        : Apa?? Kamu mata-mata ya?
Romli             : Hah?? Bukan. Aku bukan mata-mata. Suwerr!! (Mengacungkan dua jari)
Juleha                        : Kalau bukan mata-mata, terus apa?
Romli             : Aduh, apa ya? Aku sendiri juga bingung. (Garuk-garuk kepala)
Juleha                        : (Bingung)
Romli             : Sudahlah! Itu tidak penting. Kenalkan, namaku Romli. (Mengulurkan tangan)
Juleha                        : (Menjabat tangan Romli) Aku juleha.

Adegan 3
Taman kota
Sejak pertemuan hari itu, hubungan Romli dan Juleha semakin dekat. Dan, tidak lama kemudian, mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih. Mereka menyembunyikan hubungan mereka agar tidak diketahui oleh mami Juleha. Karena Mami Juleha pasti akan menentang hubungan mereka.
Setiap waktu luang mereka diam-diam bertemu di taman kota sekedar untuk berjalan-jalan berdua.
Juleha            : (Duduk di bangku) Aku capek. Duduk dulu, yuk!
Romli             : (Duduk di sebelah Juleha) Kau sih, bersemangat sekali.
Juleha            : Pasti, dong. Aku, kan, bahagia sekali bisa bertemu dan jalan-jalan denganmu.
Romli             : Aku juga. Aku bahagia bisa melihat wajah bahagiamu hari ini. Entah sampai kapan aku bisa melihatnya.
Juleha                        : (Berdiri dan tertunduk)
Romli             : (Berdiri dan menatap Juleha) Ada apa?
Juleha            : Kita tidak bisa terus begini. Aku sudah dijodohkan dengan seseorang. Hubungan ini tidak seharusnya kita lanjutkan. (Masih tertunduk)
Romli             : Juleha, lihat aku!
Juleha                        : (Melihat Romli)
Romli             : Aku tidak akan menyerah sebelum janur kuning melengkung di depan rumahmu. Aku akan memperjuangkan hubungan ini sekuat tenagaku. Percayalah padaku!
Juleha                        : Benarkah?
Romli             : Benar.
Juleha                        : Janji?
Romli             : Janji.
Juleha            : Kalau kau mau berjanji, kau harus melakukan ‘HOI-HOI’ denganku.
Romli             : ’HOI-HOI’?
Juleha            : Ya! (Memutar kedua jari telunjuk dan menyentuhkannya) ‘HOI-HOI’
Romli             : (Tersenyum) Dasar kau ini.
Juleha                        : Ayolah!
Romli             : Baiklah.
Romli-Juleha            : (Memutar jari telunjuk dan saling menempelkan) ‘HOI-HOI’
Juleha                        : (Tertawa)
Romli             : (Tertawa) Eh, lihat! (Menunjuk sebuah gitar) Gitar siapa ini? (Mengambil gitar)
Juleha                        : Hei.. Mau kau apakan gitarnya?
Romli             : Ayo duduk dulu! (Duduk di bangku)
Juleha                        : (Duduk)
Romli             : Apa kau tahu kalau aku jago main gitar?
Juleha                        : Tidak. Apa kau benar-benar jago main `                       gitar ?
Romli             : Tentu saja. Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu. (menyanyikan lagu ‘Pemilik Hati’ dari Armada Band)
Juleha                        : (Tepuk tangan) Wah.. kau hebat.
Romli             : Aku tahu. Dan, apa kau tahu?
Juleha                        : Apa?
Romli             : Kau pemilik hatiku. (Nada lagu ‘Pemilik Hati’)
Juleha                        : (Tersenyum malu)

Adegan 4
Taman Kota
Sudah seminggu jalinan kisah kasih antara Juleha dengan Romli berjalan. Namun selama itu juga, Juleha menyembunyikan kisah cintanya jauh dari maminya yang kejam. Ia takut maminya akan membenci Romli yang status sosialnya jauh dari status sosial keluarganya.
Romli             : Juleha, kapan kamu akan mengenalkanku pada mamimu?
Juleha            : (Tersedak dan kaget) Kenapa kau ingin bertemu dengan mamiku?
Romli             : Memangnya kenapa kalau aku bertemu dengan mamimu? Aku, kan, ingin mendekatkan diri dengan calon mertuaku. (Muka genit)
Juleha                        : (Terdiam)
Romli             : Kenapa ? Tidak boleh, yah ?
Juleha            : Apa kau tidak ingat dengan rencana perjodohanku?
Romli             : Hah! Iya. Aku lupa.
Juleha                        : (Tertunduk) Maaf ya, Romli.
Romli             : Tidak apa-apa. Sudahlah! Jangan dipikirkan lagi. (Mengelus kepala Juleha)
Tiba-tiba, Nurma teman Juleha tidak sengaja melintas dan melihat Juleha dan Romli yang sedang makan bersama. Lalu, ia memutuskan untuk menghampiri mereka.
Nurma            : (Menghampiri Juleha dan Romli) Hai, Juleha.
Juleha            : Nurma!!! (Kaget) Kenapa kau bisa disini?
Nurma            : Aku tidak sengaja lewat. Terus, aku melihatmu sedang makan disini. Jadi, aku samperin deh. (Melihat ke arah Romli) Eh Juleha, siapa dia?
Juleha                        : Dia... Emmm.. (Berpikir)
Nurma            : (Muka penasaran) Jangan-jangan... Dia pacarmu ya?
Juleha            : (Menarik Nurma menjauh) Nurma, aku mohon jangan katakan ini pada mamiku. Aku mohon Nur. Aku mohon.
Nurma            : Jadi, dia benar-benar pacarmu?
Juleha                        : (Mengangguk lemas)
Nurma            : (Berpikir) Baiklah. Aku tidak akan mengatakan ini pada mamimu.
Juleha            : Makasih, Nur. Kamu memang temanku yang paling baik.
Nurma            : Tapi, ada syaratnya.
Juleha                        : Syarat? Apa syaratnya?
Nurma            : Kenalkan aku padanya.
Juleha            : (Berpikir sejenak) Baiklah. Aku akan mengenalkanmu padanya.
Dengan berat hati, Juleha mengenalkan Romli pada Nurma. Nurma adalah teman dekat Juleha yang tidak bisa menyimpan rahasia dan suka mengambil barang-barang bagus milik Juleha. Ia jadi khawatir Nurma akan mengatakan hal ini pada maminya. Ia pun khawatir Nurma akan merebut Romli darinya.


Adegan 5
Rumah juleha
Di rumah Juleha, mami Juleha dan mami Eduarddiman calon tunangan Juleha bertemu dan membicarakan tentang kelanjutan hubungan anak mereka.
Mami Eduard                        : Jeng, bagaimana kabar Juleha?
Mami Juleha             : Dia baik-baik saja. Bagaimana dengan Eduarddiman?
Mami Eduard            : Ya... seperti biasa dia sedang sibuk mengurusi perusahaan.
Mami Juleha             : Sepertinya dia sibuk sekali. Apa dia punya waktu untuk melakukan pertunangan dengan Juleha ?
Mami Eduard            : Tentu saja. Dia sudah tidak sabar menunggu pertunangannya dengan Juleha.
Mami Juleha             : Benarkah? Juleha pun begitu.
Mami Eduard            : Kalau begitu, kita harus cepat-cepat menggerlar acara pertunangan.
Mami Juleha             : Yah, kau benar. (Mengambil kalender) Bagaimana kalau tanggal 11-11-11?

Mami Eduard            : 11 November yah? Aku harus memastikannya dulu dengan jadwal Eduarddiman. Maklum yah, dia kan sibuk sekali.
Mami Juleha             : Terserah kau saja, yang pasti acara pertunangan ini harus segera kita adakan.
Mami Eduard            : Aku tau. (Minum teh) Ini akan menjadi pesta pertunangan terbesar yang pernah ada, Nia Ramadhani-Ardi bakri sih lewat. (Tertawa).
Mami Juleha             : (Tertawa)

Adegan 6
Taman rumah Juleha
Di taman belakang rumah, Mami Juleha sedang asyik menyantap teh hangat sambil melihat-lihat majalah baju pengantin. Beliau sedang menyusun semua rencana pernikahan anaknya. Tiba-tiba, Nurma datang untuk memberikan informasi penting tentang Juleha.
Nurma                        : Hai tante..
Mami Juleha             : Hai Nurma. Tumben kamu kesini. Ada apa?
Nurma                        : Nurma membawa informasi penting banget nih te.
Mami Juleha             : Benarkah? Memangnya informasi penting apa?
Nurma                        : Ini tentang Juleha, tante. Ternyata dia telah mempunyai seorang kekasih.
Mami Juleha             : APA?? KEKASIH? SIAPA DIA? DARI MANA ASALNYA? APA PEKERJAANNYA? BERAPA GAJINYA? BERAPA BANYAK HOTEL YANG DIA MILIKI? LULUSAN DARI NEGARA MANA DIA? BERANI-BERANINYA DIA BERPACARAN DENGAN JULEHAKU?
Nurma                        : Aduh tante tante sabar dulu deh. Mending tante ambil nafas dulu.
Mami Juleha             : (Mengambil nafas) Oke...sekarang cerita sama tante.
Nurma                        : Setahu Nurma nama pria itu adalah Romli. Sepertinya dia belum punya pekerjaan. Lagipula, ia terlihat seperti orang miskin. Buktinya, ia mengajak Juleha makan di pinggir jalan.
Mami Juleha             : Miskin? Jadi, Juleha berpacaran dengan orang miskin?
Nurma                        : Benar tante. Tapi, tante jangan khawatir Nurma akan membantu tante menjauhkan dia dari Juleha.
Mami Juleha             : Benarkah itu? Hah! Terima kasih banyak, Nur. Kamu memang baik sekali.
Nurma                        : Itulah gunanya seorang Nurma.
Mami Juleha dan Nurma pun saling bekerja sama untuk menjauhkan Juleha dengan Romli. Segala cara mereka upayakan, salah satunya dengan mempercepat pernikahan antara Juleha dengan calonnya, Eduarddiman.

Adegan 7
Halaman Masjid
Romli merasa galau dan gelisah. Dia tidak yakin hubungannya dengan Juleha akan berjalan lancar. Karena dia tahu, Juleha, kekasihnya, adalah anak dari orang kaya sedangkan dirinya hanya anak miskin yang tak punya apa-apa. Hingga akhirnya ia menceritakan keluh kesahnya kepada seorang ustadz, teman baiknya.
Romli             : (Duduk di masjid)
Ustadz            : (Menghampiri Romli) Assalamualaikum.
Romli             : Waalaikumsalam. (Mencium tangan ustadz)
Ustadz            : Wahai Romli, ada apa denganmu nak? Mengapa mukamu muram begitu?
Romli             : Begini ustadz, saya mempunyai seorang pacar yang cantik jelita.
Ustadz            : Lalu, apa yang membuatmu muram seperti ini? Bukankah seharusnya kamu bahagia mempunyai pacar yang cantik jelita?
Romli             : Saya bahagia ustadz, namun..
Ustadz            : Namun? Namun apa, Romli?
Romli             : Dia adalah anak orang kaya,sedangkan saya? (Menunduk) Saya hanya anak orang miskin.
Ustadz            : Wahai Romli, cinta yang sesungguhnya itu sebenarnya tidak pernah melihat status ataupun harta. Jikalau kamu memang menyayangi dia, perjuangkanlah cintamu itu!
Romli             : Baiklah. Saya pasti akan memperjuangkannya. (Nada semangat) Tapi ustadz, dia juga sudah dijodohkan dengan seseorang. Karena itu, saya harus melakukan apapun agar dapat mempertahankan dia.
Ustadz            : Apa? (Kaget) Dijodohkan? Lalu, kau mau melakukan apa?
Romli             : Apapun, pak ustadz.
Ustadz            : Apapun ? Maksudmu ?
Romli             : (Terburu-buru) Maaf pak ustadz, saya harus cepat-cepat pergi ke rumah Juleha.  (Mencium tangan ustadz) Assalamualaikum.
Ustadz            : Waalaikumsalam. Jangan berbuat macam-macam, nak !
Romli             : Oke…!! (Berteriak sambil berlari)
Ustadz            : (Geleng-geleng) Dasar anak muda.

Adegan 8
Rumah juleha
Di hari berikutnya, Romli memberanikan diri untuk pergi ke rumah Juleha untuk mengajaknya menikah.
Romli             : Juleha!! Keluarlah!! (Berteriak)
Juleha            : (Mengintip dari jendela) Ada apa, Romli?
Romli             : Ayo kita menikah..!!
Juleha                        : Apa?? Menikah? Apa kau bercanda?!
Romli             : Aku tidak bercanda!! Ayo kita menikah!!
Mami Juleha : (Keluar dari rumah) Hei!! Orang kampung!! Apa yang kau lakukan disini?
Romli             : Saya ingin melamar Juleha, tante..
Mami Juleha : APA??MELAMAR JULEHA. KAU PIKIR KAU SIAPA?? BERANI-BERANINYA KAMU MELAMAR JULEHA!!
Romli             : Saya memang pemuda miskin, saya memang pemuda yang tidak punya harta, tapi saya berjanji akan membahagiakan Juleha dengan cinta yang saya miliki.

Mami Juleha : APA!! CINTA KAU BILANG? JANGAN BERCANDA !! CINTA TIDAK AKAN MEMBUAT PERUT JULEHA KENYANG BILA KAU MENIKAHINYA!!
Juleha            : Mami sudahlah! Hentikan! (Menarik tangan mami)
Mami Juleha : “SUDAH!! KAU DIAM SAJA!! (Melepas tangan juleha) MASUKLAH KE DALAM! DAN KAU PEMUDA MISKIN. PULANGLAH! CARI WANITA YANG SEDERAJAT DENGANMU.
Romli pulang dengan hati yang hancur. Semangatnya yang berkobar menjadi padam tak bernyawa. Impiannya menikahi juleha terhalang oleh statusnya yang anak orang miskin. Namun Romli tetap berusaha untuk menikahi Juleha.

Adegan 9
Rumah Juleha
Di rumah Juleha, sedang diadakan acara pertemuan antara Juleha dengan calon tunangannya, Eduarddiman. Namun, wajah Juleha nampak muram. Juleha tidak bisa menentang maminya untuk menikahi pria pilihan maminya.
Mami Juleha : Sayang kenalkan. Ini laki-laki yang akan mami jodohkan denganmu. Namanya Eduarddiman. Dia merupakan putra tunggal pengusaha terkaya di Indonesia.
Eduard           : Hai, Juleha..(Mengulurkan tangan)
Juleha                        : Hai.. (Tidak menjabat tangan Eduard)
Eduard           : (Menarik tangan)
Mami Juleha : Mami tinggal dulu, ya. Kalian ngobrol saja. (Meninggalkan Juleha dan Eduard)
Eduard           : Wajahmu lebih cantik daripada yang ada di foto.
Juleha                        : Terima kasih. (Muka datar)
Eduard           : (Tersenyum)
Juleha            : Ed, kenapa kau mau menikah denganku? Padahal sebelumnya kita kan belum pernah bertemu?
Eduard           : Ya, memang kita tidak pernah bertemu sebelumnya, namun aku yakin wanita pilihan mamiku pastilah wanita yang terbaik untukku. Lagipula, saat pertama kali aku melihat fotomu, aku langsung tertarik denganmu.
Juleha                        : Oh…
Romli             : (Berlari masuk rumah Juleha) JULEHA!!
Juleha                        : (Kaget) Romli? Sedang apa kau disini?
Romli             : (Menarik Juleha) Ayo! Kita pergi dari sini!! Kita akan menikah!!
Juleha                        : Tapi, Romli..
Mami Juleha : Juleha!! Mau kemana kau? (Mengejar juleha)
Juleha                        : (Melihat ke arah mami)
Romli             : Ayo Juleha..!! (Menarik Juleha sambil berlari)
Juleha            : (Berhenti dan menatap Eduarddiman) Kenapa kau tidak mengejarku?
Eduard           : (Ekspresi pasrah) Aku sudah tahu jalan ceritanya pasti kau akan meninggalkanku, maka dari itu aku tidak mengejarmu
Juleha                        : (Tersenyum) Kau baik sekali.
Eduard           : (Tersenyum) Hati-hati. (Melambaikan tangan)
Romli             : (Menyenggol Juleha) Heh!! Ayo!! Jangan ngobrol terus!
Romli-Juleha            : (Melarikan diri)
Mami Juleha : (Memukul Eduarddiman) Hei!! Kenapa kau tidak mengejarnya?
Eduard           : Tante, mereka tidak akan bisa dipisahkan. Jadi percuma saja kita mengejarnya.
Mami Juleha : Dasar bodoh! (Mengeluarkan handphone) Aku harus memberi tahu Nurma tentang hal ini. (Menelepon Nurma) Nurma, cepat kesini sekarang juga!
Tidak lama kemudian, Nurma tiba di rumah Juleha.
Nurma            : Ada apa tante?
Mami Juleha : Orang kampung itu membawa Julehaku pergi entah kemana.
Eduard           : Mereka bilang, meraka akan menikah. (Membaca Koran)
Mami Juleha : Menikah?
Nurma            : Baiklah. Saya tahu kemana Romli membawa pergi Juleha.
Mami Juleha : Benarkah? Kalau begitu, tolong bawa Juleha kembali.
Nurma            : Tante tenang saja. Kalau begitu, saya pergi dulu.

Adegan 10
Rumah Romli
Romli membawa Juleha ke rumahnya untuk melangsungkan acara pernikahan. Romli mengundang pak ustadz untuk menjadi penghulunya.
Romli             : Maaf ya Juleha, aku tidak bisa menempatkanmu di rumah yang bagus seperti rumahmu.
Juleha            : Tidak apa-apa. Asalkan bersamamu, aku sudah bahagia.
Romli             : (Tersenyum) Terima kasih.
Ustadz            : (Mengetuk pintu) Assalamualaikum..
Romli-Juleha            : Waalaikumsalam..
Romli             : Pak ustadz, akhirnya datang.
Ustadz            : Ada apa kau memanggilku datang ke rumahmu?
Romli             : Begini pak ustadz, sebelumnya perkenalkan dulu ini kekasih saya Juleha. (Menunjuk Juleha)
Juleha                        : (Bersalaman)
Ustadz            : Oh jadi kau wanita yang selalu diceritakan Romli. Ternyata manis juga. (Mata menggoda)
Romli             : (Menyenggol pak ustad) Sstt Itu pacar saya, pak ustadz.
Ustadz            : Iya, tahu. Lalu, kenapa kau memanggilku?
Romli             : Kami ingin menikah, pak ustadz.
Juleha                        : (Mengangguk)
Ustadz            : Apa?? Menikah? Apa kalian yakin?
Romli-Juleha            : Kami yakin, pak ustadz.

Adegan 11
Rumah romli
Akhirnya, Romli dan Juleha pun bisa menikah. Namun, sebelum acara pernikahan dimulai, tiba-tiba Nurma datang ke pernikahan Romli dan Juleha. Saat Nurma datang, Juleha sedang ada di kamar Romli untuk berdandan.
Nurma            : Romli..
Romli             : Nurma? (Kaget) Sedang apa kau disini?
Nurma            : Memangnya kenapa kalau aku disini. Aku kan ingin mengahadiri acara pernikahan kalian. Apa aku tidak boleh datang?
Romli             : Bukan begitu,tapi...
Nurma            : Romli, apa kau tahu? Sebenarnya aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.
Romli             : Apa? Tidak mungkin!!
Nurma            : Percayalah padaku, Romli. Aku benar-benar menyukaimu. Jadi, sebaiknya kau menikah denganku. Tinggalkan saja Juleha.
Romli             : Aku tidak bisa, Nurma.
Nurma            : (Menarik tangan Romli) Aku mohon, Rom. Menikahlah denganku!
Tiba-tiba, juleha datang dan melihat Romli dan Nurma sedang berpegangan tangan.
Juleha                        : Romli.. Nurma.. Sedang apa kalian?
Romli             : Juleha, kau jangan salah sangka dulu!!
Nurma            : Juleha, kamu ternyata disini. Apa kau tahu? Romli bilang ia ingin mengajakku menikah.
Romli             : Tidak. Juleha dengarkan aku dulu!
Juleha            : Romli, tak kusangka kau seperti itu. Kau bilang ingin menikahiku. Tapi, kau malah ingin menikah dengan Nurma. (Berlari meninggalkan Romli)
Romli             : (Menarik tangan Juleha) Juleha.. Tunggu! Aku bisa menjelaskannya.
Juleha            : (Melepaskan tangan Romli sambil menangis) Tidak perlu! Urusi saja pernikahanmu dengan Nurma!! (Berlari)
Romli             : Juleha…. (Berteriak)

Adegan 12
Rumah Juleha
Sejak saat itu, Juleha mengurung diri di rumah. Ia tidak mau makan dan minum. Ia begitu terpukul dengan kejadian di rumah Romli tempo hari. Namun, saat Juleha tengah menghadapi masa-masa yang menyedihkan, Eduard hadir untuk menemani dan menghiburnya.
Eduarddiman mencoba membawakan makanan kesukaan Juleha saat Juleha mogok makan.
Juleha                        : (Duduk di taman)
Eduard           : (Mendatangi) makan dulu yuk!
Juleha                        : (Membuang muka)
Eduard           : (Duduk di samping Juleha) Ayolah Juleha. Kau bisa sakit kalau kau tidak makan. Aku suapi yah. (Menyuapi Juleha)
Juleha                        : (Menatap Eduarddiman sinis)
Eduard           : Ayolah!! Ini enak loh.
Juleha            : (Menampar sendok hingga jatuh) Aku gak mau makan. (Membentak)
Eduard           : (Menatap Juleha sedih) Juleha, kalau kau begini terus, kamu nanti bisa sakit.
Juleha            : Biarin!! Jangan sok perhatian, deh. Ini tubuhku. Aku bebas melaukan apapun pada tubuhku.
Eduard           : Tapi…
Juleha                        : Pergi!
Eduard           : Juleha…
Juleha                        : PERGI!! (Membentak)
Eduard           : Baiklah. (Meletakkan makanan di samping Juleha) Dimakan, yah ! (pergi dari taman)

Adegan 13
Rumah Juleha
Walau bagaimanapun juga, Eduarddiman tidak menyerah. Hampir setiap hari ia mengantarkan makanan pada Juleha. Namun, Juleha tidak pernah menyentuhnya sedikit pun. Selain itu, Eduarddiman juga sering memberikan boneka pada Juleha agar Juleha tidak kesepian. Namun, setelah menerima boneka tersebut, Juleha langsung membuangnya ke tempat sampah. Sekotak cokelat pun tidak pernah absen dibawa Eduarddiman. Namun, sayangnya cokelat-cokelat tersebut harus bernasib sama seperti boneka-boneka pemberian Eduarddiman yang berakhir di tempat sampah.
Lalu, Eduarddiman mencari cara lain untuk melunakkan hati Juleha. Akhirnya, sebuah ide terlintas di pikirannya. Ia mengambil gitar dan cepat-cepat pergi ke rumah Juleha. Saat menghampiri Juleha, seperti biasa, Juleha sedang melamun.
Eduard           : Juleha..
Juleha                        : Dia lagi.(Masih melamun)
Eduard           : (Duduk disebelah Juleha) Aku akan menghiburmu dengan gitar ini. (Menunjukkan gitarnya)
Juleha                        : (Menoleh ke Eduard)
Eduard           : (Menyanyikan lagu ‘Pemilik Hati’ Armada Band)
Juleha                        : (Menangis)
Eduard           : (Berhenti menyanyi) Kenapa kau malah menangis?
Juleha            : Romli… Romli pernah menyanyikan lagu itu untukku. Dia bilang aku pemilik hatinya. Tapi, dia malah mengkhianatiku.
Eduard           : Sudahlah! Jangan menangis!! Aku tahu kau pasti sedih. Tapi, life must go on. Kau tidak bisa mengurung dirimu seperti ini terus. Aku dan mamimu sangat sedih melihatmu seperti ini.
Juleha                        : Yah… Kau benar. Tapi, Romli…
Eduard           : Romli hanya kenangan pahit masa lalumu. Dan kau tidak perlu mengingat masa lalu. Apalagi yang  telah membuatmu sedih.
Juleha            : (Mengangguk) Yah.. (Tersenyum) Terima kasih. Selama ini kau sudah baik sekali padaku.
Eduard           : Itulah gunanya teman. Jadi… (Mengeluarkan sekotak cokelat) Kau tidak akan membuangnya lagi kan?
Juleha                        : Tentu saja tidak. (Memakan cokelat)
(Berbicara dalam hati) ‘Ternyata Eduarddiman sangat baik padaku. Aku sudah jahat padanya. Hah!! Aku jadi merasa bodoh. Aku telah menangisi pria yang sudah jelas-jelas tidak peduli padaku padahal disampingku ada pria yang dengan setia menghiburku. Aarggghh!!! Dasar bodoh!!’ (Memukul-mukul kepala)
Eduard           : Kau kenapa?
Juleha                        : (Meringis) Tidak apa-apa.
Sejak saat itu, Juleha mulai bersikap baik pada Eduarddiman. Juleha sangat senang saat Eduarddiman datang ke rumahnya. Ia meminta eduarddiman mengajarinya bermain gitar agar dirinya bisa sering bertemu dengan Eduarddiman. Seiring berjalannya waktu, Juleha mulai bisa melupakan Romli dan ia pun mulai menyukai Eduarddiman.

Adegan 14
Rumah Juleha
Saat Juleha mulai bisa melupakan Romli, tiba-tiba Romli datang menemui Juleha untuk menjelaskan kejadian yang membuat mereka berpisah.
Romli             : Juleha aku mohon keluarlah!! (Berteriak)
Juleha            : (Keluar rumah) Kau berani-beraninya kau kesini!!
Romli             : Juleha, dengarkan penjelasanku dulu. Kau sudah salah paham.
Juleha            : Salah paham ? Aku pikir, apa yang telah aku lihat sudah sangat jelas. 
Romli             : Kita telah dipermainkan Nurma.
Juleha            : Kau dan Nurma yang telah mempermainkanku. Kalian berdua bekerja sama untuk menyakitiku.
Eduard           : (Keluar rumah) Sudahlah Juleha. Ingat dia itu masa lalumu. Kau tidak perlu mengurusinya lagi.
Juleha            : Kau benar. Dia masa lalu. Ayo, kita masuk! (Masuk rumah)
Romli             : Juleha!! Jangan pergi!!
Eduard           : Kau!!! Aku mohon kau mau melepaskan Juleha dan membiarkannya denganku. Aku berjanji akan membahagiakannya. (Masuk rumah)
Romli             : Apa?! Eh, jangan pergi dulu!
Nurma            : (Berdiri di belakang Romli dan bersedekap) « Aku bilang apa ?!  Juleha sudah tidak peduli denganmu lagi.
Romli             : Jangan sok tahu !!
Nurma            : (Menarik tangan Romli) Sudahlah, Romli! Untuk apa kau seperti ini? Juleha sudah tidak menyukaimu lagi.
Romli             : Lepaskan aku nurma! (Berlari mengejar Juleha)
Romli             : (Jatuh dan tak sadarkan diri)
Nurma            : Romli!! (Mendatangi Romli) Bangun!!
Nurma            : (Mengejar Juleha) Juleha kamu .. (Terpeleset) Ah!! (Kepala terbentur pintu)
Adegan 15
Rumah Juleha
Mendengar suara teriakan Nurma, Juleha dan Eduarddiman segera keluar dari rumah. Mereka sangat terkejut saat melihat Romli dan Nurma sudah tergeletak di depan rumah. Tidak lama kemudian, Nurma sadar. Ia terkejut saat menemukan dirinya sudah di rumah Juleha.
Nurma            : Aku dimana? (Menoleh ke Romli) Romli Romli bangun!!
Juleha            : (Masuk kamar) Romli hanya pingsan. Kau tidak perlu khawatir.
Nurma            : Juleha…
Juleha                        : Apa kau sudah merasa lebih baik?
Nurma            : Juleha maaf.
Juleha                        : (Terdiam)
Nurma            : Romli tidak pernah mengajakku menikah. Ia hanya mencintaimu. Aku melakukan ini karena aku juga mencintainya. Dan aku iri padamu karena kau selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan. Aku benar-benar minta maaf Juleha. (Menangis)
Juleha            : Sudahlah, aku sudah memaafkanmu. Lagipula, itu kan hanya masa lalu. Aku tidak mau mengingatnya lagi.
Nurma            : Jadi, kau benar-benar sudah tidak menyukai Romli lagi?
Juleha            : Ya. Aku sekarang menyukai Eduarddiman. Dialah yang setia menemani dan menghiburku saat aku sedang sedih.
Romli             : (Terbangun) Aku ada dimana? (Memegangi kepala)
Nurma            : Romli!! Apa kau baik-baik saja?
Romli             :  (Menoleh ke Juleha) Juleha aku mohon padamu dengarkan penjelasanku!!
Juleha            : Aku sudah mendengar yang sebenarnya dari Nurma.
Romli             : Nurma? (Menoleh ke Nurma) Jadi, bisakah kita mulai hubungan kita mulai dari awal lagi?
Juleha            : (Menggelang) Tidak. Aku sudah menyukai orang lain, dan tidak lama lagi kami akan menikah.
Romli             : Maksudmu Eduarddiman?
Juleha            : Ya. Dan aku yakin, dia bisa membahagiakanku. Jadi, aku mohon padamu. Lepaskan aku! Lupakan aku!
Romli             : (Berpikir sejenak) Baiklah. Kalau itu yang kau mau, mau tidak mau aku harus melakukannya. Walaupun akan sulit tapi akan ku coba.
Juleha            : Terima kasih. Lagipula, tidak akan sulit kok. Karena sekarang ada orang yang mencintaimu lebih dari aku.
Romli             : Benarkah? Siapa?
Juleha                        : (Melirik ke arah Nurma)
Romli             : (Menoleh ke arah Nurma)
Nurma            : (Tersenyum malu)
Akhirnya, pada tanggal yang telah ditentukan, Juleha dan Eduarddiman pun melangsungkan acara pernikahan. Mereka hidup bahagia tanpa adanya paksaan.  Dan bagaimana dengan Nurma dan Romli??
Nurma tetap mengejar-ngejar Romli. Berulang kali Nurma menyatakan cinta pada Romli, tapi Romli tetap menolaknya. Sampai pada akhirnya, Romli merasa lelah dan menerima pernyataan cinta Nurma. Dan mereka menjadi pasangan yang romantis. Mereka semua menjadi pasangan yang berbahagia selamanya.

TAMAT

0 komentar:

Poskan Komentar