Cute Cherry Dunia Kecilku: CONTOH SURAT

Minggu, 10 Juni 2012

CONTOH SURAT


Untuk ayahku tercinta di atas sana,

            Ayah aku rindu dengan ayah. Sudah lama aku tidak mendengar alunan suaramu dan senyum indahmu. Aku ingat sekali dulu sewaktu ada ayah di sini setiap minggu, aku, ayah, dan bunda selalu pergi piknik di pinggir danau. Udaranya segar, burung-burung bernyanyi-nyanyi, bunga-bunga riang menampakkan kelopaknya, air di danau pun sejernih berlian sampai ikan-ikan mungil yang ada di dalamnya tak segan
menari-nari di depan kita. Namun sekarang, tidakkah ayah melihat dari atas sana, danau tempat kita piknik berubah menjadi pemakaman ikan-ikan mungil itu. Semua orang membuang sampah di danau yang menyebabkan danau jadi bau, keruh, dan penuh dengan sampah. Aku sedih melihat ini semua ayah, sekarang tidak ada lagi burung-burung yang bernyanyi, tidak ada lagi bunga-bunga cantik.
            Teman kita si bumipun, sekarang sering bercerita padaku sambil menangis. Tahukah ayah mengapa? Karena dia sakit. Tubuh bumi sudah tua. Tidak ada yang mengasihinya. Semua orang mencampakkan bumi. Semua orang jahat pada bumi, semua membuang sampah di mulut bumi sehingga menyebabkan bumi muntah-muntah. Semua membabat habis rambut hijau bumi sehingga menyebabkan kulit bumi mengelupas. Sekarang kulit bumi menipis, dia sulit untuk bernafas, badannyapun selalu panas. Dan yang lebih parah lagi, bumi sering terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah merah yang panas. Dia sering kejang-kejang dan merepotkan semua yang ada di sekelilingnya. Kalau sudah begini siapayang repot? Tentulah kita semua. Aku sedih melihat dia sakit-sakitan seperti ini.
            Aku dan bunda setiap hari berdoa pada tuhan agar bumi cepat sembuh. Aku dan bunda selalu berupaya untuk mengobati bumi. Aku menenanami rambut yang baru untuknya, aku tidak membuang sampah ke mulutnya. Namun mengapa banyak sekali orang yang tidak peduli pada bumi seperti kita yah? Padahal bumi selalu membantu banyak orang. Bumi tidak pernah merugikan mereka semua. Bumi tidak pernah meminta balas budi. Aku tahu bumi hanya ingin ia di sayang oleh semua orang. Aku dan bunda telah mengajak semua orang untuk membantu bumi tapi apa hasilnya? Mereka tidak menggubris kami sama sekali. Perbuatan mereka malah menjadi-jadi.
            Ayah bantu aku untuk menyadarkan semua orang seberapa pentingnya bumi untuk kita. Semua orang tidak menyadari bahwa apa yang mereka perbuat telah menyakiti bumi. Aku takut bumi semakin parah dan tuhan akan mengambilnya lalu bagaimana nasib kita di sini tanpa bumi? Aku takut dan sedih ayah.
            Aku tidak pernah melihat bumi ceria lagi, tidak ada senyum cerahnya di pagi hari, tidak ada tawa hangatnya saat siang hari serta matanya yang bercahaya di malam hari. Hari-harinya diisi kemurungan yang setiap hari semakin menjadi-jadi. Wajahnya gelap selalu diliputi oleh mendung. Wajahnya yang indah dan menyejukkan mata, sekarang diganti dengan kulit keriput dan tubuhnya yang sangat panas.
            Maukah ayah membantuku menyampaikan apa yang ku minta pada tuhan? Ayah tolong sampaikan pada tuhan bahwa bumi membutuhkan pertolongannya. Tolong juga sampaikan pada tuhan kirimkan dokter yang hebat untuk menyembuhkan bumi. Aku tidak ingin melihat bumi berlama-lama seperti ini. Aku sangat sedih ayah. Disini aku dan bunda juga berusaha untuk membantu bumi pulih dan sehat seperti dulu saat ada ayah di sini.

            Aku berharap ayah selalu bahagia di atas sana.
                       


Dari anakmu tercinta,


Nindyaruspita Dewy
XI IPA 1/20   

0 komentar:

Poskan Komentar